Ṣāliḥ (Saleh) adalah nama salah satu nabi dan rasul yang disebut dalam Al-Qur’an. Kata Ṣāliḥ merupakan bentuk isim fail dari kata ṣād-lām-ḥā’ (ص – ل – ح/dibaca ṣalaḥa atau ṣaluḥa) dalam bahasa Arab yang bermakna baik, kebalikan dari fasad (kacau atau rusak). Kata ini berasal dari Arab pertama (kuno) dan akar katanya tersebar dalam berbagai bahasa Semit. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya lafaz dan makna yang sama dalam bahasa Ibrani dan Aramaik. Dalam bahasa Aramaik, nama Nabi Ṣāliḥ adalah Ṣālīḥ (صاليح/dengan memanjangkan bunyi kasrah lam). Seiring berjalannya waktu, pengucapan Ṣāliḥ berubah seperti yang pengucapan orang Arab ketika Al-Qur’an turun.

Manat (مَنَاة manāt) adalah nama salah satu berhala yang terletak di Musyallal yang termasuk wilayah Qudaid, suatu tempat antara Makkah dan Madinah. Berhala ini merupakan sembahan kabilah Huzail, Khuza’ah, Aus, dan Khazraj pada masa jahiliah. Mereka memulai ibadah haji dari tempat berhala ini sampai ke Ka’bah. Berhala yang terbuat dari batu dan berupa sesosok perempuan ini bersama al-Lata dan al-Uzza dipersonifikasikan oleh para penyembahnya sebagai anak perempuan Allah. Berhala ini dihancurkan oleh Ali bin Abi Thalib atas perintah Nabi saw pada tahun 8 H.

Jibrīl adalah nama salah satu malaikat yang diimani dalam ajaran Islam. Kata jibrīl berasal dari bahasa Ibrani untuk menyebut malaikat yang diutus Allah untuk menyampaikan wahyu kepada para nabi-Nya. Mufasir berbeda pendapat mengenai asal kata jibrīl. Sebagian ulama, seperti Abū Ḥayyān, berpendapat bahwa kata jibrīl berasal dari bahasa ‘ajam (non-Arab), bukan merupakan kata bentukan (derivasi) dari salah satu kata bahasa Arab. Sebagian lagi, seperti Ibnu ‘Āsyūr  mengatakan bahwa kata jibrīl merupakan kata bentukan dari asal kata ja-ba-ra (جبر) dan īl (ئيل). Kata jibr dalam bahasa Ibrani bermakna ‘abd (hamba) yang mengandung makna kuat. Sedangkan kata īl merupakan salah satu nama Allah. Dengan demikian, kata jibril bisa bermakna hamba Allah yang kuat. Terhadap perdebatan tersebut, al-Khālidiy dalam bukunya al-A‘lām al-A‘jamiyah fī Al-Qur’ān lebih menguatkan pendapat yang pertama.

Al-Hijr (Arab: الحجر ‘al-Ḥijr’; Hegra) adalah nama sebuah wilayah di bagian utara Jazirah Arab, sekitar 22 km arah timur laut Kota al-Ula, Provinsi Madinah, Arab Saudi. Wilayah ini berada di jalur yang menghubungkan wilayah selatan Jazirah Arab dengan berbagai kota di masa lalu seperti Mesopotamia (Irak), Syam (Palestina, Syria, Libanon, dan Yordania), serta Mesir. Kawasan yang sekarang dikenal dengan Madain Saleh (Arab: مَدَائِنِ صَالِحٍ ‘Madā’in Ṣāliḥ’) ini merupakan tempat tinggal kaum Samud, umat Nabi Saleh. Oleh karena itu, kaum Samud juga disebut dengan aṣḥab al-Ḥijr ‘penduduk Hijr’.

Tradisi penyalinan Qur’an di Iran sangat panjang. Singkatnya, tahun 1995, Pemerintah Iran membuat lembaga percetakan mushaf Iran. Lembaga ini mengawali kegiatannya dengan membuat tim kajian rasm, dabṭ dan tanda waqaf mushaf. Tujuan dari tim kajian tersebut antara lain: 1]. Membuat naskah akademis standarisasi rasm dan dabt mushaf Iran; 2]. Mengkaji kemungkinan penyatuan rasm pada mushaf; 3]. Meninjau ulang posisi waqaf dan alamatnya; 4] menghasilkan kajian rasm dan dabt yang mempermudah pengajaran Al-Qur’an.

Kontak

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal
Jalan Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560
Telp: (021) 8416468 - 8416466
Faks: (021) 8416468
Web: lajnah.kemenag.go.id
Email: lajnah@kemenag.go.id

Temukan Lokasi Kami

© 2025 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. All Rights Reserved