AMIDA Jawa Barat Lakukan Studi Banding ke Bayt Al-Qur'an & Museum Istiqlal

AMIDA Jawa Barat Lakukan Studi Banding ke Bayt Al-Qur'an & Museum Istiqlal

Asosiasi Museum Daerah Jawa Barat (AMIDA Jabar) melaksanakan kunjungan studi banding ke Bayt Al-Qur'an & Museum Istiqlal (BQMI) yang berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (20/6).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kepala Museum Prabu Siliwangi sekaligus Ketua AMIDA Jawa Barat, Erwin Hendarwin. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk menjalin silaturahmi sekaligus melakukan studi banding terkait pengelolaan koleksi mushaf Al-Qur’an.

“Kunjungan ke BQMI ini pertama untuk silaturahmi. Kebetulan di Museum Prabu Siliwangi terdapat ruang sejarah Islam yang di dalamnya menyimpan banyak mushaf Al-Qur’an, mulai dari ukuran kecil hingga besar dengan berbagai periode tahun. Karena ada rencana renovasi gedung, kami melakukan studi banding ke sini. Selain itu, ini juga sebagai bentuk upaya memuliakan Al-Qur’an sebagai mukjizat,” ujar Erwin.

Ia menambahkan, rombongan yang hadir berjumlah empat orang dari rencana awal lima orang karena satu peserta berhalangan hadir. Setelah kunjungan ke BQMI, rombongan juga dijadwalkan mengunjungi museum batik, museum nasional, serta melakukan pertemuan dengan Kepala Museum Seni dan Keramik dan Ketua Paramita Jaya.

Mengenai kesan kunjungannya, Erwin mengaku sangat terkesan dengan perkembangan yang terjadi di BQMI. Menurutnya, museum tersebut kini semakin maju dan mampu mengikuti perkembangan teknologi.

“Alhamdulillah, sangat bagus. Sebelumnya museum ini sering terlewat saat kami berkunjung ke TMII. Kini kesannya luar biasa, semakin maju dan mengikuti perkembangan teknologi saat ini,” katanya.

Salah satu hal yang menarik perhatian rombongan AMIDA Jawa Barat adalah koleksi mushaf Al-Qur’an yang dimiliki BQMI, termasuk keberadaan Mushaf Sunda yang dinilai memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi.

“Yang menarik dari BQMI adalah koleksi Al-Qur’annya yang luar biasa. Apalagi di sini terdapat Mushaf Sunda. Jika tersedia duplikatnya, kami berharap dapat menjadi salah satu koleksi di Museum Prabu Siliwangi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Erwin juga menyampaikan harapannya pada BQMI “Secara koleksi dan penataan ruang sudah sangat baik. Mungkin yang perlu dipertahankan adalah promosi melalui media sosial yang sebelumnya sudah baik agar lebih dikenal masyarakat luas. Terlebih Al-Qur’an merupakan pegangan hidup umat Islam. Museum juga penting dikunjungi anak-anak agar mereka tidak melupakan sejarah,” tuturnya.

Sebagai museum yang berada di bawah naungan AMIKA (Asosiasi Museum Indonesia Kawasan Taman Mini “Indonesia Indah”), Erwin berharap BQMI terus memperkuat kolaborasi dengan museum-museum lain di kawasan TMII yang berjumlah 16 museum. Sementara itu, AMIDA Jawa Barat saat ini menaungi 62 museum yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat.

“Karena gedungnya sudah bagus dan mampu menampung banyak pengunjung, kami juga mengapresiasi pelayanan yang diberikan. Kalau dalam bahasa Sunda disebut someah atau ramah. Terima kasih atas pendampingan yang sangat baik dan tuntas selama kunjungan,” katanya.

Ia berharap hubungan kerja sama antara AMIDA Jawa Barat dan BQMI dapat terus berlanjut di masa mendatang.

“Semoga ke depannya kolaborasi antara AMIDA Jawa Barat dan BQMI semakin erat. Dari kunjungan ini kami mendapatkan banyak inspirasi yang dapat diterapkan di Museum Prabu Siliwangi, baik dalam pengembangan koleksi, penataan ruang, maupun peningkatan pelayanan kepada pengunjung,” pungkasnya.

Kontak

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal
Jalan Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560
Telp: (021) 8416468 - 8416466
Faks: (021) 8416468
Web: lajnah.kemenag.go.id
Email: lajnah@kemenag.go.id

Temukan Lokasi Kami

© 2025 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. All Rights Reserved