JAKARTA – Bayt Al-Qur'an dan Museum Istiqlal (BQMI) menghadiri agenda rutin bulanan museum kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Rabu (19/8/2026). Bertempat di Museum Penerangan TMII, pertemuan kali ini mengusung tema "Dari Ruang Pamer ke Media Sosial: Seni Bercerita Sejarah di Dunia Digital."
Kegiatan ini menjadi wadah sinergi antar-pengelola museum serta tim manajemen TMII dalam mengoptimalkan peran media sosial. Hadir dalam acara tersebut Plt. Direktur Operasional TMII, Dede Noviardi; Ketua Asosiasi Museum Kawasan TMII (AMIKA), Abdul Aziz Sidqi; serta para kepala museum dan pengelola media sosial se-kawasan TMII.
Untuk membedah strategi pengemasan konten sejarah yang kreatif, acara ini menghadirkan dua narasumber, yakni tim pengelola media sosial Museum Bank Indonesia (Museum BI) dan kreator konten heritage storyteller, @innnayah pegikemana.
Perkembangan teknologi telah mengubah pola masyarakat dalam mengonsumsi informasi. Media sosial saat ini bukan sekadar sarana hiburan, melainkan instrumen strategis untuk menyampaikan narasi sejarah dari ruang pamer ke ranah digital secara relevan dan menarik bagi publik.
Plt. Direktur Operasional TMII, Dede Noviardi, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan forum bulanan ini. Menurutnya, penguatan konten digital sejalan dengan visi TMII sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya. Selain itu, momentum ini juga sangat pas untuk mempersiapkan rangkaian publikasi menyambut Hari Museum Indonesia (Harmusindo) pada Oktober mendatang.
Sementara itu, Ketua AMIKA, Abdul Aziz Sidqi, berharap hasil dari pertemuan ini dapat mendorong seluruh museum kawasan TMII memproduksi konten edukasi dan promosi secara masif.
"Kunci paling utama dari keberhasilan publikasi museum di era digital ini adalah kolaborasi media sosial," tegas Abdul Aziz Sidqi.
Melalui partisipasi aktif BQMI dalam forum ini, diharapkan sinergi antar-museum di kawasan TMII semakin kuat, khususnya dalam menghadirkan narasi sejarah dan kebudayaan yang lebih dekat dengan masyarakat digital.

