Selasa, 9 September 2025, Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal (BQMI) menerima kunjungan tim Disparekraf (Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) DKI Jakarta yang melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Destinasi Wisata. Tim ini beranggotakan 7 (tujuh) personel dan melakukan wawancara, peninjauan, serta pendokumentasian. Monev Destinasi Wisata bertujuan mendapatkan gambaran terkait kondisi destinasi-destinasi wisata di wilayah Jakarta, dan mendapatkan masukan untuk kebijakan terkait pariwisata di DKI Jakarta.
Ketua Tim Pengelolaan Museum BQMI, Liza Mahzumah, menyambut baik kedatangan tim monev dari Disparekraf. “Kami senang dengan kedatangan teman-teman ini, karena posisi BQMI ada di TMII yang tidak lain salah satu destinasi wisata yang besar di Jakarta. Mau tidak mau kami juga harus memperhatikan aspek kepariwisataan dalam layanan kami,” tutur Liza saat menyambut kedatangan Tim Disparekraf.
Didampingi petugas pelayanan dan edukator BQMI, lima personel Tim Disparekraf selanjutnya berkeliling meninjau dan mendokumentasikan area-area layanan BQMI. Adapun dua personel lainnya melakukan wawancara dan diskusi dengan Liza dan Ida Fitriani dari BQMI. Pendataan yang dilakukan oleh Tim Disparekraf di antaranya terkait sumber daya manusia (SDM), fasilitas, dan layanan di BQMI. Ketua Tim Monev dari Disparekraf, Anastasia Butarbutar mengaku terkesan dengan BQMI.
“BQMI sudah cukup bagus dalam kelengkapan fasilitas untuk melayani pengunjung. Tentu ada hal-hal yang perlu ditingkatkan termasuk soal promosi. Yang jelas secara umum BQMI oke sebagai destinasi wisata,” jelas Anastasia.
Monev dari Disparekraf tidak hanya bertujuan memantau dan mengevaluasi, tetapi juga mengumpulkan bahan untuk materi promosi. “Dinas (Parekraf, red.) dengan senang hati akan ikut mempromosikan tempat-tempat wisata yang bagus, karena otomatis mempromosikan pariwisata di DKI secara umum,” tambah Anastasia. Setelah pengumpulan data selesai, kegiatan monev Disparekraf di BQMI diakhiri dengan ramah tamah dan berfoto bersama.
Museum adalah institusi yang bertugas melakukan pemajuan kebudayaan. Museum diharapkan memberikan edukasi yang menghibur dan rekreatif kepada masyarakat. Dalam hal ini, misi memajukan kebudayaan di museum beririsan dengan kepariwisataan. [AB]

