Bayt al-Qur’an & Museum Istiqlal (BQMI) menerima kunjungan dari Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Rabu (10/12/2025). Kunjungan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari proses pengumpulan data koleksi museum yang sudah dimasukkan dalam database koleksi nasional museum yang dikelola oleh Kementerian Kebudayaan.
Dalam proses verifikasi dokumen, tim Ditjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi menemukan bahwa sebagian foto dokumentasi koleksi masih belum memenuhi standar kualitas teknis yang untuk publikasi. Untuk itu, dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelengkapan dokumen dilakukan pendokumentasian ulang terhadap koleksi yang sebelumnya sudah ada.
Koleksi nasional museum merupakan kumpulan cagar budaya dan/atau benda bersejarah yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan Indonesia. Koleksi yang ditetapkan akan mendapatkan perlindungan serta pengelolaan langsung oleh pemerintah pusat sehingga statusnya meningkat dan nilai pelestariannya semakin kuat.
Zakiyah Egar Imani bersama tim mewakili dari Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kemenbud RI melaksanakan pendokumentasian ulang terhadap sejumlah koleksi BQMI. Dalam pengamatannya, ia memberikan apresiasi positif terhadap pengelolaan koleksi BQMI yang dinilai sudah baik.
"Saya bersama tim datang ke BQMI dengan tujuan pemotretan ulang untuk pendokumentasian dalam rangka kegiatan inventarisasi koleksi nasional museum. Kesan saya ketika datang sangat bagus tampilan dari depan, kemudian fasilitasnya juga baik. Penataan koleksinya menarik dan interaktif karena beberapa item sudah didigitalisasi, menyesuaikan dengan perkembangan era sekarang,” katanya.
Selain pendokumentasian, Zakiyah dan tim juga melakukan peninjauan langsung guna mencocokkan data administratif dengan kondisi fisik koleksi, mengecek keaslian, serta menilai kelayakan dan nilai penting budaya dari objek yang dimasukkan dalam sistem koleksi nasional museum.
Ia juga menyampaikan kesannya saat tim disambut meski pengunjung museum sedang ramai sementara koleksi yang akan didokumentasikan berada di ruang pamer namun tugasnya tetap bisa terlaksana tanpa mengganggu layanan terhadap pengunjung yang sedang datang.
“Semoga ke depannya Museum BQMI lebih baik lagi dan dapat memberikan pembelajaran kepada seluruh pengunjung serta menjadi bagian dari edukasi yang maksimal di bidang agama," ujarnya.
Sebagai informasi, inventarisasi koleksi nasional ini juga dilakukan pada beberapa museum yang ada di Indonesia. Untuk wilayah DKI Jakarta, terdapat 17 museum termasuk BQMI. Koleksi BQMI yang sudah terdaftar dalam sistem koleksi nasional museum antara lain Mushaf Pusaka, Mushaf Wonosobo, Mushaf Istiqlal, Mushaf Lalino dan Mushaf Cirebon.

