Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal (BQMI) melepas mahasiswa magang dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) pada Senin (15/12). Pelepasan ini menandai berakhirnya program magang yang berlangsung selama dua bulan, terhitung sejak 15 Oktober hingga 15 Desember 2025, dan diikuti oleh tujuh mahasiswa.
Pelepasan mahasiswa magang dilaksanakan di ruang rapat BQMI dengan suasana hangat dan penuh haru. Diawali dengan sambutan dari pamong dan pengelola BQMI, dilanjutkan dengan ramah tamah, serta ditutup dengan pertukaran plakat sebagai bentuk kenang-kenangan dan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin.
Ibnu Athoillah, selaku pamong magang menyampaikan bahwa selama program berlangsung, mahasiswa magang tidak hanya melaksanakan tugas, tetapi juga mendapatkan pembekalan materi yang berkaitan untuk melaksanakan tugas di museum.
“Selama dua bulan kegiatan magang, mahasiswa banyak mengikuti pembekalan materi dan pelatihan di antaranya kuratorial museum, inventarisasi koleksi, digitalisasi koleksi, serta melaksanakan program edukasi pameran dan kegiatan lainnya. Selain itu, mahasiswa juga diberikan materi tentang sejarah Al-Qur’an, permuseuman, kaligrafi, dan lain sebagainya. Saya secara pribadi memohon maaf apabila selama mendampingi teman-teman magang terdapat banyak kesalahan dan kekurangan,” ujarnya.
Mewakili seluruh peserta magang, Nanda Amelia, salah satu mahasiswa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga besar BQMI. Dengan magang ini ia dan teman-temannya banyak mendapatkan pengalaman bagaimana tugas di museum.
“Alhamdulillah, saya mewakili teman-teman mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BQMI. Selama kami magang di sini, kami disambut dengan sangat baik. Kami tidak hanya belajar tentang tugas yang harus diselesaikan, tetapi juga tentang kebersamaan, kedisiplinan, keramahan dan ketulusan. Banyak ilmu yang kami dapatkan di sini yang tidak kami peroleh di bangku kuliah. Semua pengalaman tersebut akan menjadi bekal berharga bagi kami ke depannya. Kami juga mohon maaf apabila selama magang terdapat ucapan atau perbuatan yang kurang berkenan. Semoga keluarga besar BQMI senantiasa diberikan kelancaran, keberkahan, dan terus bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya dengan haru.
Koordinator BQMI, Liza Mahzumah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa magang serta membuka ruang silaturahmi yang berkelanjutan. “Alhamdulillah, kerja sama magang kolaboratif ini telah terlaksana dengan baik. Kami juga berterima kasih karena keberadaan teman-teman magang sangat membantu pekerjaan kami. Kami mohon maaf apabila selama di sini terkesan kurang memperhatikan dan jika hal-hal yang kurang berkenan. Kami selalu terbuka apabila teman-teman membutuhkan informasi tentang BQMI. Semoga dari kegiatan magang ini teman-teman mendapatkan gambaran nyata tentang dunia kerja. Anggap saja kita seperti saudara agar silaturahmi ini bisa terus berlanjut,” tuturnya.
Sementara itu, Kurator BQMI, Adimas, menekankan pentingnya dampak dari kegiatan magang yang telah dijalani mahasiswa. “Kami mengucapkan terima kasih. Seperti yang disampaikan sebelumnya, kehadiran teman-teman magang sangat membantu kami, khususnya dalam kegiatan inventarisasi koleksi. Pekerjaan ini terlihat sepele, tetapi prosesnya panjang dan berkelanjutan. Dengan mengikuti langsung, teman-teman jadi memahami proses kerja di museum. Kami berharap kegiatan magang ini benar-benar berdampak dan ilmu yang telah dipelajari dapat diserap, terutama soft skill-nya,” jelasnya.
Dosen pembimbing mahasiswa magang, Fitroh, turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada BQMI atas kesempatan dan ilmu yang diberikan. Kesempatan yang didapatkan mahasiswa untuk magang di BQMI merupakan hal yang penting untuk menambah pengalaman mahasiswa selain mata kuliah yang sudah didapatkan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BQMI yang telah berkenan menerima dan membimbing mahasiswa kami. Pengalaman magang ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja secara nyata. Mahasiswa belajar bahwa teori yang diperoleh di kampus sering kali memiliki tantangan tersendiri ketika diterapkan di lapangan. Oleh karena itu, kami berharap mahasiswa dapat mengambil sebanyak-banyaknya manfaat, baik dari sisi pengetahuan, pengalaman, maupun penguatan soft skill seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama. Kami juga berharap kerja sama yang baik ini dapat terus berlanjut untuk angkatan magang berikutnya,” ungkapnya.
Melalui program magang kolaboratif antara BQMI dan UNUSIA ini, diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan praktis sekaligus memperluas wawasan akademik di bidang pelestarian kebudayaan, khususnya yang berkaitan dengan mushaf Al-Qur’an. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama magang diharapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi mahasiswa dalam perjalanan akademik dan profesional mereka ke depan.

