Lakukan Penelitian Al-Qur’an Braille, Dua Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Kunjungi Pusdoqu LPMQ

Lakukan Penelitian Al-Qur’an Braille, Dua Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Kunjungi Pusdoqu LPMQ

Perpustakaan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) menerima kunjungan dua orang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Rabu, 21 Januari 2026. Kunjungan dua mahasiswa yang masing-masing berasal dari Fakultas Adab dan Ilmu Budaya serta Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam ini  bertujuan untuk melakukan pengumpulan data penelitian sebagai bagian dari tahapan penyusunan tugas akhir mahasiswa program strata satu (S1).

Dua mahasiswa tersebut masing-masing mengangkat topik penelitian terkait Al-Qur’an Braille. Fanza Fauzan Rivaldi, mahasiswa dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, mengambil judul “Perubahan dan Konsistensi Teks Surah Al-Mulk dalam Mushaf Al-Qur’an Braille Kementerian Agama Republik Indonesia Edisi 2012–2014: Sebuah Kajian Historis”. Sedangkan Nurul Liwaul Damdiyah, mahasiswi dari Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam mengangkat judul “Transformasi Manuskrip Braille Yordania (1952–1962).”

Didampingi pustakawan LPMQ, Nur Mustajabah dan Heri Hariadi serta pentashih Deni Hudaeny dan Ahmad Jaeni,  kedua mahasiswa tersebut diarahkan ke Pusat Dokumentasi Al-Qur’an (Pusdoqu), salah satu bagian dari Perpustakaan LPMQ yang mengkoleksi seluruh mushaf cetak yang pernah diterbitkan di Indonesia, termasuk mushaf Al-Qur’an Braille. Di Posdoqu dapat dilihat langsung koleksi Mushaf Al-Qur’an Braille mulai edisi tertua terbitan Yordania, hingga versi mushaf Al-Qur’an Braille Standar Indonesia edisi terbaru.

Koleksi mushaf Al-Qur’an Braille terbitan Yordania tahun 1952 yang menjadi objek penelitian tersebut merupakan edisi mushaf Al-Qur’an Braille tertua di dunia. Sebagai pengkaji Al-Qur’an Braille, Ahmad Jaeni menginformasikan bahwa edisi yang sama juga ditemukan di Malaysia. Tersebarnya mushaf Braille terbitan Yordania di sejumlah negara muslim tidak lepas dari peran Unesco yang sebelumnya telah melakukan standarisasi kode Arab Braille di Beirut tahun 1951. Jaeni menambahkan, edisi Yordania tersebut pertama kali diketahui keberadaannya ketika ditemukan dalam koleksi Lembaga Penerbitan dan Perpustakaan Braille Indonesia (LPPBI) di Bandung pada tahun 1954. 

Mushaf Al-Qur’an Braille koleksi Posdoqu merupakan jilid VI yang memuat 11 surah, mulai Surah Al-‘Ankabut (juz 20) hingga Surah Az-Zumar (juz 24).  Mushaf inilah yang pertama kali berhasil dibaca oleh Supardi Abdul Somad, pendiri Yaketunis Yogyakarta dan menjadi dasar awal penyalinan Al-Qur’an Braille di Indonesia.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pemantik bagi mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya untuk melakukan penelitian serupa di perpustakaan LPMQ yang kaya dengan koleksi terkait kajian Al-Qur’an, terutama terkait dengan permushafan.

Kontak

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal
Jalan Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560
Telp: (021) 8416468 - 8416466
Faks: (021) 8416468
Web: lajnah.kemenag.go.id
Email: lajnah@kemenag.go.id

Temukan Lokasi Kami

© 2025 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. All Rights Reserved