Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) melakukan audiensi dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) untuk menjajaki kerjasama antar lembaga, Jum’at (19/12/2025). Delegasi LPMQ diterima langsung oleh Dekan FIB UI dan jajarannya. Audiensi menghasilkan banyak ide untuk dikerjasamakan yang berguna untuk pengembangan kedua lembaga secara khusus dan untuk masyarakat secara umum.
Kepala LPMQ, Abdul Aziz Sidqi, menyampaikan bahwa kerjasama antara LPMQ dengan UI sudah terjalin lama sejak tahun 2011. Saat itu kerjasama dilakukan untuk melakukan kajian Naskah Akademis Kuratorial BQMI. Setelah itu, beberapa mahasiswa FIB UI lintas prodi melakukan magang di BQMI. Ia berharap kerja sama terus dilanjutkan. “Kami ke sini bertujuan untuk silaturahmi, audiensi, sekaligus ingin memperkuat kerjasama dengan UI. Pada tahun 2011 kita pernah kerja sama, waktu itu terkait dengan naskah akademik kuratorial BQMI. Waktu itu belum teralisasi secara keseluruhan. Kami berharap kerjasama ini bisa dilanjutkan,” terangnya.
Museum sangat membutuhkan sentuhan dan kajian yang dapat dilakukan oleh kampus sebagai lembaga akademik. Dengan sentuhan itu diharapkan museum dapat berkembang maju dan menjadi institusi kebudayaan yang ilmiah. “Kami sangat berharap kampus UI bisa memberikan sentuhan-sentuhan, karena museum ini kan perlu banyak kajian ilmiah dan akademik. Kami ingin kerjasama diperpanjang lagi dalam rangka memperkuat tugas dan fungsi kami di Lajnah Pentahihan Mushaf al-Qur’an,” ucap Aziz.
Lebih lanjut, Kepala LPMQ menyampaikan bahwa di era kecerdasan buatan (AI – artificial intelegence) saat ini masyarakat sering menggunakan AI untuk mencari referensi dalam mempelajari Al-Qur’an. Perkembangan ini perlu direspon dengan baik, yaitu menyediakan fasilitas AI yang spesifik dan presisi mengolah sumber dari Al-Qur’an. Berdasarkan pengalaman saat ini, AI sering tidak tepat dalam mengambil referensi al-Qur’an apalagi menjelaskan maksudnya. "Tahun 2024 menjajaki dengan Fasilkom (Fakultas Ilmu Komunikasi) untuk kerjasama pengembangan Chat Qur’ani. Karena kita tahu ada AI, chatgpt, dll. Maka kami ingin ada chat qur’ani karena mohon maaf chatgpt ini kadang-kadang kurang tepat,” tutur Aziz.
Menyambut paparan Kepala LPMQ, Dekan FIB UII, Untung Yuwono, mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa di FIB untuk magang di LPMQ. Ia juga menawarkan kerja sama dengan berbagai unit yang ada di UI. “Terima kasih sudah menerima mahasiswa kami dalam program magang. Kami menyediakan 1 semester atau 20 SKS kepada mahasiswa untuk magang. Kami punya UKK (unit kerja khusus) ada penerjemahan, pembelajaran orang asing, dan masih banyak lagi. Beberapa waktu lalu saya ke Arab, di sana museumnya sudah serba digital. Saya juga ssempat ke pusat percetakannya,” ucapnya.
Rouli Esther, Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian dan Kemahasiswaan FIB UI, mengatakan bahwa kunjungan dari LPMQ ini tepat waktu karena bulan depan memang masuk awal semester yang memungkinkan mahasiswa untk memilih kelas magang atau pembelajaran kuliah. “Ini waktu yang pas karena ini menjelang semester baru. Di awal semester ini nanti kita bisa follow up dengan rekan-rekan untuk kerjasama ini. Riset, pengabdian masyarakat, kami nanti bisa berkoordinasi, bentuknya seperti apa, mungkin bisa dalam bentuk penelitian atau kajian,” katanya.
Hal senada senada disampaikan Lily Tjahjandari, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura dan Administrasi Umum FIB UI. Ia siap menjembatani kerjasama LPMQ dengan berbagai unit yang ada di UI. “Kami memiliki Lembaga Bahasa Internasional. Ada in-house teaching, kelas daring, dan sebagainya Mungkin ada SDM yang ingin di-upgrade skillnya, kami bisa menjembatani. Kami ada UKK, ada Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. Untuk bekerja sama dengan luar negeri juga memungkinkan,” katanya.
Ungkapan kebanggan disampaikan Gina Najjah Hajidah, Ketua Program Studi Sastra Arab, bahwa berdasarkan penilaiannya terhadap mahasiswa Prodi Sastra Arab yang magang di BQMI, ada output yang jelas dari magang tersebut. “Kebetulan awal 2025 ini ada mahasiswa yang sudah magang di sana. Memang benar, magang di sana ada produknya. Saat ini juga ada mahasiswa kami yang sedang meneliti mushaf isyarat dari LPMQ. Ini kajian yang sangat menarik. Terima kasih sudah menerima mahasiswa kami. Tidak sekadar relate secara kebidangan tetapi mereka jadi mereka tahu bagaimana di dunia kerja,” kata Gina.
Ghilman Assilmi, Ketua Program Studi S1 Arkeologi, menyampaikan bahwa BQMI memiliki posisi dan peran yang strategis dalam pengembangan keilmuan terkait sejarah Islam di Indonesia. Saat ini sedang marak gagasan dan upaya untuk mengubah narasi kesejarahan Islam di Indonesia dengan perspektif Dekolonisasi, atau melepaskan diri dari pengaruh narasi dari pihak kolonialis. “BQMI sangat tepat mengambil posisi sebagai episentrum isu ini, karena hasil kajian akademik belakangan ini menunjukkan bahwa proses masuknya ajaran Islam ke Indonesia melibatkan peran signifikan para intelektual muslim atau ulama, bukan sekadar para pedagang yang selama ini dinarasikan. Kita harus mulai mengembangkan Dekolonisasi pada sejarah penyebaran Islam. Saya mengamini konsepnya pak Azyumardi Azra bahwa Nusantara ini menjadi poros ketiga bagi dunia Islam,” tuturnya.
Menambahkan tanggapan dari koleganya, Dekan FIB UI menyampaikan bahwa FIB UI siap kerja sama dalam berbagai bidang yang dibutuhkan oleh LPMQ. Berbagai UKK yang ada di UI bisa diajak bekerja sama untuk kemajuan keilmuan di Indonesia. “Terkait dengan inklusifitas, kami di sini juga ada laboratorium bahasa isyarat. Di sini, luar biasa pengajaran bahasa isyarat dan minat mahasiswa untuk menguasai bahasa isyarat yang diampu oleh laboratorium bahasa isyarat. Kami juga bekerjasama dengan lembaga seperti Bisindo,” ungkapnya.
Merangkum hasil diskusi, Junaidi, Manajer Kerja Sama dan Ventura FIB UI menyampaikan bahwa berbagai kerjasama dapat dilaksanakan dan dikembangkan seperti magang mahasiswa yang sudah ada perjanjian kerja sama (PKS) sampai 2026, kemudian peluang kerja sama studi lanjutan pegawai, upgrade skill melalui pelatihan, atau dari LPMQ juga diundang mengisi kuliah pada topik tertentusebagai praktisi. “Hal lain yang bisa dikerjasamakan, terkait kepakaran kami. Terkait museum, mungkin kita bisa membuat prototype museum digital yang quranic-based. Terkait inklusivitas juga menarik untuk dikolaborasikan, tadi misalnya dalam pengembangan kosa isyarat. Langkah selanjutnya terkait teknis, nanti dengan pak Adimas bisa didiskusikan dan disiapkan. Biasanya di kami satu kegiatan satu PKS,” tutup Junaidi.
Sebagai informasi, rombongan LPMQ dipimpin oleh Kepala LPMQ, Abdul Aziz Sidqi, didampingi Muhammad Musadad (Kepala Subbagian Tata Usaha LPMQ), Liza Mahzumah (Ketua Tim Peningkatan Kualitas Layanan Museum), Ida Fitriani (Ketua Tim Pengembangan Jejaring dan Kerja Sama Museum), Heri Hariyadi (Pustakawan LPMQ), Adimas Bayumurti (Kurator BQMI), dan Ibnu A’thoillah (Koordinator Magang BQMI).
Sementara itu, dari FIB UI yang menyambut antara lain Untung Yuwono (Dekan FIB UI, (Dekan), Rouli Esther (Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian dan Kemahasiswaan), Lily Tjahjandari (Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura dan Administrasi Umum), Harni Kartika Ningsih (Manajer Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat), Junaidi (Manajer Kerja Sama dan Ventura), Gina Najjah Hajidah (Ketua Program Studi Sastra Arab), Ghilman Assilmi (Ketua Program Studi S1 Arkeologi), Ari Nugraha (Ketua Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan), dan Raisye Soleh Haghia (Ketua Program Studi S1 Ilmu Sejarah). Ath

