Jakarta, 18 November Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) menerima kunjungan dari Pondon Pesantren Green Lido Sukabumi. Pesantren ini dikelola oleh Yayasan Dompet Dhuafa. Sebanyak 28 santri mengikuti kunjungan ini.
Kunjungan diisi dengan Pelatihan Pentashihan. Hadir sebagai pemateri Dr. H. Deny Huadeny, M.A. Materi yang disampaikan meliputi sejarah berdirinya LPMQ dan ruang lingkup tugasnya, siapa Pentashih dan kompetensi yang harus dimilikinya serta objek pentashihan. Dr. Deny juga menyinggung tentang Mushaf Standar Indonesia (MSI) dan perbedaannya dengan Mushaf Madinah (MM).
Selain itu, Dr. Deny juga mengulas sedikit tentang ilmu Rasm. Hal ini memberikan pengetahuan baru bagi santri tentang Mushaf Usmani yang selama ini hanya dipahami dengan Mushaf terbitan Madinah. Ust. Rizal Ahkam, Pengasuh Pesantren Green Lido, menuturkan bahwa pelatihan ini rutin dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi santri tentang pentashihan.
Pada sesi selanjutnya, santri diberikan latihan menashih naskah Mushaf Al-Qur'an. Masing-masing santri diberikan satu halaman mushaf berisi QS. Yûsuf [12]: 1-15 dan diminta untuk mencari kesalahannya. Para santri berhasil menemukan kesalahan pada naskah tersebut. Menanggapi hal itu, Dr. Deny berseloroh, "sudah pantas jadi Pentashih, tapi rampungkan dulu hafalan Qur'annya dan kuliah" selorohnya.
Pelatihan berjalan interaktif dan antusias. Beberapa santri mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar Al-Qur'an, Pentashihan dan pertanyaan lainnya. Mu'adz Ihsan, salah satu santri mengungkapkan kegembiraannya mengikuti pelatihan ini. "Alhamdulillah bisa menambah wawasan baru seperti adanya mazhab dalam Ilmu Rasm dan lainnya". Ungkapnya. Santri yang lain, M. Quthbi Salim turut berkomentar, "ternyata menerbitkan Al-Qur'an tidak semudah yang dibayangkan, ada beberapa proses yang harus dilewati". Ujarnya.

