Perpustakaan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) meluncurkan sebuah kegiatan baru bertajuk “Selasa Cerita Pembaca”, sebuah inisiatif literasi partisipatif yang bertujuan menghidupkan ruang perpustakaan sebagai tempat berbagi wawasan dan pengalaman membaca. Program ini resmi dimulai pada Selasa pekan ini dan akan diadakan secara rutin setiap hari Selasa mendatang.
Nur Mustajabah, penanggung jawab perpustakaan LPMQ menjelaskan bahwa kegiatan ini terbuka bagi siapa saja yang ingin menceritakan kembali isi buku yang telah mereka baca dari koleksi perpustakaan.
“Ini adalah ruang partisipatif bagi pengguna perpustakaan untuk menceritakan kembali buku yang telah mereka baca di hadapan pengunjung lain. Cerita bisa berupa kesan pribadi, resensi, kutipan favorit, atau refleksi spiritual,” ujar Nur Mustajabah melalui rilisnya, Selasa (05/08/2025).
Mustajabah, mengajak seluruh pegawai LPMQ maupun pengunjung umum untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Mari luangkan waktu sejenak setiap hari Selasa untuk menyelami dunia kata-kata, berbagi kisah, dan menemukan inspirasi lewat suara para pembaca. Kegiatan ini bukan hanya tentang membaca, tapi tentang merayakan pengalaman, memperluas wawasan, dan mempererat koneksi antar insan lewat cerita,” imbuhnya.
Kegiatan perdana “Selasa Cerita Pembaca” dibuka secara resmi oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha LPMQ, Muhammad Musadad. Dalam sambutannya, Musadad menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan terobosan yang memperkuat daya tarik perpustakaan LPMQ.
“Kegiatan ini tidak hanya menarik bagi pegawai internal LPMQ, tetapi juga bagi pembaca dari luar. Harapannya, dari kegiatan ini akan lahir komunitas pembaca buku yang lebih besar,” tutur Musadad.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan program ini di tengah kebijakan pemerintah menetapkan efisiensi anggaran.
“Kegiatan seperti ini harus disemarakkan, terlebih di tahun depan. Karena kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan tidak adanya kegiatan yang produktif. Dan program ini adalah salah bentuknya, bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi ruang diskusi dan berbagi dari apa yang telah dibaca,” tegasnya.
Pada sesi perdana, giliran Waliyyurrohman tampil sebagai pencerita. Ia membawakan ulasan dari buku Psikologi Sosial karya Dr. Agus Abdul Rahman, M.Psi. Buku ini, menurutnya, merupakan sumber referensi unik karena memadukan pendekatan ilmiah dan spiritual dalam memahami perilaku sosial manusia.
“Penulis menyajikan psikologi sosial melalui dua pendekatan yang saling melengkapi. Pengetahuan wahyu berupa ayat dan hadis sebagai dasar moral, serta pengetahuan empiris dari hasil penelitian modern. Buku ini sangat cocok bagi mahasiswa, praktisi, dan siapa pun yang tertarik memahami interaksi sosial dari perspektif keilmuan dan keislaman,” jelas Waliyyurrohman.
Dalam sesi tanya jawab, Dr. Abdul Hakim, M.Fil., mengajukan pertanyaan menarik tentang relasi antara psikologi sosial dan agama. Menjawab hal tersebut, Waliyyurrohman menyoroti kekhasan buku ini dibandingkan buku psikologi lainnya.
“Salah satu keunggulan buku ini adalah bahasan tentang perilaku moral, yang menunjukkan bagaimana nilai-nilai agama berperan dalam pembentukan etika sosial. Penulis menjelaskan bagaimana moralitas dikembangkan dari nilai keagamaan dan didukung oleh data empiris perilaku manusia,” terangnya.
Melalui program ini, perpustakaan LPMQ ingin menegaskan kembali perannya sebagai ruang hidup intelektual dan spiritual, yang tumbuh melalui cerita dan kebersamaan.

