Ridwan: Istimrariah, Cara Menghafal Huruf Braille

"Cara paling mudah untuk menghafal huruf braille, baik Latin maupun Arab adalah Istimrariah, berkalanjutan atau terus menerus mengenal braille, baik dengan cara menghafal maupun melihat bagi orang awas." Demikian disampaikan Dr. Ridwan Efendi selaku narasumber pada acara sesi pelatihan membaca huruf Braiile dalam kegiatan peningkatan Kompetensi Mushaf Al-Qur’an, 22 - 23 Juni 2022 di Balai Diklat Keagamaan dan Yayasan Penyantun Wiyata Guna, Bandung.

Acara ini diikuti oleh pentashih mushaf Al-Qur’an Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) dalam rangka peningkatan kompetensi pentashih guna meningkatkan layanan pentashihan. Pelatihan Braille ini dilaksanakan selama 2 hari dengan beberapa narasumber, Yayat Ruhiyat, Yudi Yusfar, Dr. Ridwan Effendi dan Ayi Hidayat.

Ridwan Effendi menjelaskan, bahwa untuk memudahkan menghafal huruf Braille bisa dilakukan dengan mencari persamaan antara huruf Latin dengan Arab, karena memang hampir semua hurufnya sama. Hanya beberapa huruf saja yang berbeda. Cara lain bisa juga dilakukan dengan mengelompokan huruf-huruf yang memiliki kesamaan dalam jumlah titik tapi berbeda posisi, seperti titik satu untuk alif, fathah, fathah isybaiyah, dan lainnya; selanjutnya titik dua untuk ba, kaf dan lainnya; dan begitu seterusnya. Untuk orang awas rumusnya, semakin sering melihat huruf braille, maka akan semakin cepat hafal.  

Pada sesi Latihan ini, peserta tidak hanya diminta untuk menguasai huruf hijaiyah Braille, namun juga tanda-tanda lainnya, seperti bunyi vokal panjang, tanda harakat baik fathah, kasrah maupun dammah, tasydid, fathatain, kasratain, dammatain, hingga tanda-tanda hamzah yang memiliki banyak variasi dalam penulisan mushaf Al-Qur’an. Untuk menyempurnakan pelatihan ini, setiap peserta diminta praktik menulisakan potongan surah Al-fatihah menggunakan huruf Arab Barille, sehingga pelatihan yang dilakukan lebih optimal. [Must]

Berita Terkait